Prabowo Subianto Pakai Masker Mirip 'Belalai Gajah' Netizen Penasaran, Ternyata Fungsinya Begini Gaes!

 


Menhan Prabowo Subianto pakai masker mirip 'belalai gajah', netizen heboh||BPMI Setpres

Techripiu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mencuri perhatian publik, terutama netizen.

Pasalnya, Menhan ini menggunakan masker berselang mirip 'belalai gajah', saat acara pelantikan perwira remaja TNI-Polri dalam upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri pada Selasa 13 Juli 2021 lalu.

Masker yang tidak biasa itu menuai rasa penasaran warganet mengenai fungsinya, “Buat apa sih, tuh?” kepo netizen.

Diketahui Masker yang dipakai Prabowo adalah masker dengan Hepa Filter atau High Efficiency Particulate Air.

BACA JUGA:Dinilai Arogan! Anggie A. Paturusi Kecam Aksi Anarkis Oknum Satpol PP Gowa, Sulsel Pukul Istri Tukang Kopi

Sebagai informasi, HEPA atau High Efficiency Particulate Air merupakan jenis filter udara mekanis dengan menyaring debu, asap rokok, bakteri, bulu halus dan partikel lain yang terdapat di udara. Kemurnian dalam udara dapat terjaga dengan Filter tersebut.

Proses dalam sistem HVAC (Heating Ventilating Air Conditioning) yakni akan menyaring udara yang ada dengan prefilter melalui medium filter yang kemudian disaring lagi melalui HEPA filter, sehingga udara jadi terasa lebih bersih.

Bagi orang yang memiliki alergi dan asma kebanyakan menggunakan filter jenis ini untuk menyerap partikel terkecil di udara yang menjadi penyebab alergi pada debu.

Namun perlu diperhatikan, alat itu bukan untuk mencegah virus corona sebab filter yang dipakai hanya disusun untuk perlindungan dalam kondisi tertentu saja.

BACA JUGA:Bak 'Surga Tersembunyi', 4 Lokasi Wisata Berpanorama Indah di Indonesia ini Dijamin Bikin Mata Kamu Melotot, Layak Dikunjungi!

Mengutip Consumer Reports, para pakar kualitas udara dan virologi mengatakan bahwa HEPA filter sebenarnya tidak bisa mencegah penyebaran virus corona dalam skala besar.

“Kami belum memiliki bukti langsung bahwa filter tersebut dapat bekerja untuk mengurangi penularan virus corona jenis baru,” kata ahli kualitas udara dalam ruangan dan profesor teknik sipil di University of Toronto yang telah meneliti pemurni udara portabel dengan berbagai partikel udara, Jeffrey Siegel.

 

 


 


Tag Terkait:
Sumber: Treandingnews