Selain Shirataki Efektif Turunkan Berat Badan, Ternyata ada 6 Manfaat Lain Buat Mendukung Kesehatan Kamu


Makanan berbahan shirataki saat ini sedang ngetren||Ilustrasi by thekitchn.com

Techripiu.com - Akhir-akhir ini, makanan dengan bahan shirataki sedang naik daun.

Nasi dan mie yang berbahan dasar shirataki digadang-gadang bisa menunjang mereka yang sedang menerapkan gaya hidup sehat.

Dalam 100 gram shirataki, mengandung 15 kalori, 0,02 gram lemak, 3,44 gram karbohidrat serta 0,19 gram protein.

Selain itu makanan yang terbuat dari akar tanaman konjak ini mengandung 97 persen air dan berserat tinggi sehingga memberi rasa kenyang lebih lama.


BACA JUGA:Divaksin dapat Hadiah? Yuk Ikutan Program Vaksin Bersama Yamaha, Berhadiah Voucher Hingga Suvenir!

Serat Glucomannan mengandung lebih dari 16 asam amino serta beberapa vitamin dan mineral, seperti zat besi, potassium, fosfor, selenium, yang juga kaya kalsium.

Menurut penelitian, ternyata shirataki memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Jika dikonsumsi secara rutin dengan nutrisi lengkap lainnya, shirataki memang bisa memberi banyak manfaat bagi tubuh. Apa saja manfaatnya?

1. Menurunkan Kolesterol

Konsumsi secara rutin shirataki yang tinggi akan glucomannan diyakini bisa menghambat penyerapan dan pengangkutan kolesterol di usus besar.

BACA JUGA:Viral Video Sekelompok 'Driver Ojol' untuk Tidak Ikut Demo Hari ini, Netizen Penasaran: Cuci Jaket di Mana?

The American Journal of Clinical Nutrition melaporkan, hasil studi pada 1995 menunjukkan tingkat kolesterol pada 70 responden pria berkurang hingga 10 persen, setelah mereka mengonsumsi serat glucomannan selama empat minggu.

2. Menurunkan Berat Badan

Shirataki mengandung glucomannan yang berasal dari akar tanaman konjak.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan National Institutes of Health Amerika Serikat, mengonsumsi glucomannan akan memberi efek perut penuh dan kenyang, sehingga akan merasa lapar lebih lama.

Selain itu serat glucomannan juga bisa menekan produksi grehlin, hormon yang menstimulasi rasa lapar.


BACA JUGA:Cegah Covid-19, Rajin Konsumsi Makanan Mengandung Vitamin D, Semua ada di Sini dan Murah Meriah, Brosis!

3. Membantu Mengontrol Diabetes

Glucomannan membantu mengurangi kadar gula dalam darah setelah makan.

Serat ini juga meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 13 pasien diabetes, tingkat gula darah mereka menurun hingga 29 persen setelah 90 hari mengonsumsi suplemen glucomannan.

Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa serat yang terkandung dalam tumbuhan konjac ini membantu mengontrol gula darah pada orang yang berisiko tinggi terkena diabetes.

Oleh karena itu mie shirataki bisa menjadi alternatif pengganti pasta atau nasi yang lebih sehat bagi penderita diabetes.

BACA JUGA:Perlu Tau! 6 Zodiak ini Kerap Dihindari Orang yang 'Anti Toxic', Cek Yuk Karakter dan Kebiasannya

4. Menurunkan Risiko Kanker Usus Besar
Shiratake tak dicerna tubuh seluruhnya. Saat dikonsumsi, serat glucomannan hanya melewati sistem pencernaan, dan dibuang melalui usus besar.

Pergerakan itu akan menstimulasi otot pada usus untuk membersihkan saluran pencernaan. Akhirnya, sisa-sisa makanan dan racun pada tubuh akan keluar lewat feses.

Ini artinya shiratake berfungsi membersihkan kolon atau usus besar sehingga membantu penyerapan mineral dalam tubuh.

Oleh karena kesehatan pencernaan merupakan inti dari kesehatan tubuh secara keseluruhan, maka mengonsumsi shiratake secara rutin dapat membantu memelihara kondisi tubuh dalam jangka lama.

BACA JUGA:6 Manfaat dan Fungsi Teknologi NFC di HP ini Perlu Anda Tau Brosis, Biar Enggak Dibilang Gaptek

5. Meredakan sembelit

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa glukomanan yang merupakan bahan pembuatan mi shirataki telah terbukti efektif mengobati sembelit pada anak-anak dan orang dewasa.

Sebuah studi lain bahkan menyebutkan bahwa sembelit parah berhasil diobati pada 45 persen anak yang menggunakan glukomanan, dibandingkan dengan hanya 13 persen dari kelompok kontrol.

Untuk orang dewasa, suplemen glukomanan meningkatkan frekuensi buang air besar, tingkat bakteri usus yang menguntungkan, dan produksi asam lemak rantai pendek.

BACA JUGA:Super Bangga! Atlet Panah Putri Indonesia 'Menyegel' Peringkat ke-40 di Olimpiade Tokyo 2021

6. Menjaga kesehatan jantung

Menurunnya kadar kolesterol jahat bisa mencegah terjadinya berbagai penyakit kardiovaskular. Kadar kolesterol tak terkontrol dapat menimbulkan plak di arteri, yang jika dibiarkan bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, sirkulasi menjadi tak lancar.

Ini yang akan memaksa jantung untuk bekerja lebih keras memompa darah. Dalam jangka panjang, jantung akan mengalami penurunan fungsi.


Tag Terkait:
Sumber: Treandingnews