Pernyataan Gus Baha Tuai Polemik Warganet, Gegara Singgung Soal Soekarno, Megawati dan PDIP, Kok Bisa?

Saat itu bikin Serikat Dagang Islam, terus lama-lama menjadi Serikat Islam, terus lama-lama menjadi Partai Islam, dimulai dari angkatan Cokro Aminoto," paparnya.

"Jadi tidak bisa Indonesia itu meninggalkan Partai Islam, karena dulu era kepartaian, itu malah partai-partai Islam yang lahir di Solo, di Yogja.


Kan sebelum ada negara bernama Indonesia itu kan ada negara yang bernama Demak Bintoro, itu Negeri Islam," lanjutnya.

BACA JUGA:Sadar Gak? 3 Hal ini di Dunia Kuliner Mendadak Trending Saat PPKM Diberlakukan, Nomor 2 Kamu Pernah Coba?


Jadi bisa dipastikan dalam perjuangannya, terdapat peran partai Islam yang cukup besar juga, yang tidak boleh dilupakan.

"Sehingga secara sejarahnya kita enggak kalah dengan tuanya patai PNI. Kan kita-kita ini kaya dininabobokan bahwa seakan Indonesia itu dimulai dari Soekarno.

Kan enggak mungkin kita enggak menghormati Soekarno sebagai pahlawan besar," ujarnya.

Seolah perjuangan kemerdekaan itu hanya Soekarno. Padahal banyak partai-partai Islam yang mendeklarasikan perjuangan melawan Belanda.

BACA JUGA:Tips Asyik! Agar Dine in atau Makan Makanan Restoran Tetap Nyaman Saat PPKM, Pilih 1 dari 2 Solusi ini

“Ya, kita nda mungkin gak hormati Soekarno. Beliau sebagai pahlawan besar, kita Hormati.

Tapi ya kebesaran Pak Karno untuk bangsa Indonesia kemudian direduksi disederhanakan hanya melewati Partai. Itukan namanya pengkerdilan,” sebutnya.

“Tentu ya Pak Karno bikin Negara ini untuk semua bangsa bukan untuk PDIP saja. bukan untuk partai-partai Marhanisme saja. Juga bukan untuk partai-partai yang berfaham Soekarnoisme saja,” tandasnya.

 

Tag Terkait:
Sumber: Treandingnews