Problematik Sekolah Daring: Orang Tua Wajib Lakukan Hal ini Agar Anak Tidak Malas!

Bagaimana peran para pengajar yang harus terus membimbing siswa-siswanya dalam belajar secara daring?

Hanif Satria (15), seorang siswa SMA di salah satu kawasan DKI Jakarta mengaku dengan metode seperti ini, membuatnya mudah terlena dan sulit untuk melakukan kegiatan belajar dengan baik.


“Belajar di rumah itu enaknya karena aku jadi bisa santai, tapi karena terlalu santai aku jadi suka lupa belajar karena berasa lagi liburan. Jadinya sering dimarahi mama, deh,” ujarnya saat diwawancara.

BACA JUGA:Rame! Youtuber Korsel Sunny Dahye Dihujat Netizen, Diduga Hina Indonesia dan Rugikan Editor?


Sari Noorlima (46), sebagai orang tua dari Hanif merasa dengan metode pembelajaran jarak jauh seperti ini diperlukan pengawasan dan pendampingan khusus dari orang tua. 

Hal tersebut karena berdasarkan pengalamannya, Sari kerap mendapati sang anak justru bermain game online ketimbang belajar. 

“Sebagai orang tua, saya juga memiliki peran sebagai pengganti gurunya yang di sekolah. 

Kalau tidak diawasi, anak saya justru malah malas-malasan dan main game,” ujar Sari.

BACA JUGA:Fokus di Dunia Akting, Jung Yerin Eks GFRIEND Akhirnya Bintangi Web Drama Terbaru ini!

Kehadiran guru yang hanya secara virtual saja menjadikan orang tua harus berperan aktif dalam menunjang aktivitas belajar anak. 

Keefektifan metode pembelajaran dari rumah dapat dirasakan apabila peran orang tua sebagai “guru” di rumah dijalankan dengan baik.

Chiara Syifa (15), dari SMA yang berbeda dengan Hanif, juga mengeluhkan hal yang serupa. 

Chiara merasa walaupun ia jadi dapat melakukan berbagai kegiatan dalam satu waktu, tetapi tanpa adanya pendampingan, ia menjadi mudah mengantuk dan malas.

BACA JUGA:Terungkap! Film Sang-Chi and the Legend of the Ten Rings Dikagumi Netizen, Karena Hal ini?

“Bagi aku, karena aku mudah hilang fokus ketika belajar seperti ini, aku butuh didampingi orang tua. 

Dengan didampingi orang tua, aku bisa diingatkan tentang jadwal belajarku dan untuk kembali fokus belajar,” ungkap Chiara atas keluhannya.

Himbauan untuk bekerja dari rumah juga telah dilakukan kepada berbagai karyawan dan tenaga kerja. 

Orang tua dari Chiara, Eming Herminarti, merasa tidak ada alasan untuk tidak melakukan pendampingan belajar terhadap anak. 

BACA JUGA:Heboh! Pernyataan Youtuber Gita Savitri Soal Childfree Tuai Protes Netizen, Ternyata Begini Alasannya

Hal yang diperlukan untuk memaksimalkan kegiatan belajar anak adalah peran orang tua sebagai pendamping serta anak yang tidak melupakan perannya sebagai siswa yang masih harus belajar.

Selain itu, Sari juga mengutarakan bahwa lebih baik lagi jika ada koordinasi antara guru dengan orang tua mengenai proses belajar-mengajar anak, jadi peran guru yang mengajar dan orang tua yang mendampingi seimbang. 

Tak hanya dengan guru, koordinasi orang tua dan anak juga tidak kalah penting untuk mendukung keberlangsungan proses belajar anak.

“Anak dan orang tua harus memiliki kesepakatan sendiri dalam melakukan pembelajaran agar dua-duanya sama-sama tidak menjadikan hal ini sebagai beban. 

BACA JUGA:Kenapa? Taliban Kembali Berkuasa di Afghanistan, Perempuan dan Anak-Anak Justru Resah Soal ini?

Sikap terlalu santai dan menganggap ini sebagai waktu liburan juga bukan hal yang baik, padahal anak masih punya kewajiban untuk belajar,” ungkap Sari(Nelsya)

Tag Terkait:
Sumber: Treandingnews